Ghani menawarkan transisi kekuasaan melalui pemilihan di KTT Turki
Central Asia

Ghani menawarkan transisi kekuasaan melalui pemilihan di KTT Turki


Reuters dalam sebuah laporan eksklusif mengisyaratkan bahwa Presiden Ashraf Ghani akan mengusulkan pemilihan presiden baru di bawah rencana perdamaian dalam waktu enam bulan, dia menempatkan idenya sebagai tawaran balasan untuk proposal AS yang tidak dia minati.

Dua pejabat senior mengatakan kepada Reuters bahwa Presiden akan mengungkap rencananya selama pertemuan internasional di Turki yang dijadwalkan bulan depan, yang akan menentukan penolakannya untuk menerima rencana Washington agar pemerintah terpilih saat ini digantikan oleh pemerintahan sementara.

Menurut Reuter, AS mendorong kesepakatan damai antara Taliban dan pemerintah Afghanistan menyusul kesepakatan AS-Taliban di Doha yang telah menetapkan batas waktu penarikan pasukan internasional pada Mei tahun ini.

Karena negosiasi perdamaian yang terhenti di Doha, Utusan Khusus AS Zalmay Khalilzad telah membagikan proposal yang akan menggantikan pemerintah Kabul dengan sistem sementara, tetapi Presiden Ghani sangat menentang gagasan agar pemerintah terpilih menyingkir untuk kepemimpinan yang tidak terpilih.

Seorang pejabat senior yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan kepada Reuters bahwa “usulan tandingan yang akan kami sampaikan pada pertemuan Istanbul akan menyerukan pemilihan presiden lebih awal jika Taliban menyetujui gencatan senjata,”.

“Presiden tidak akan pernah setuju untuk menyingkir dan setiap pemerintahan di masa depan harus dibentuk melalui proses demokrasi, bukan kesepakatan politik.” Seorang pejabat Afghanistan lainnya berkata kepada Reuters.

Seorang pejabat ketiga mengindikasikan bahwa proposal ini akan menghasilkan pemilihan awal (tidak menentukan waktu yang tepat) tetapi mengatakan peta jalan telah dibagikan dengan Zalmay Khalilzad, utusan khusus AS untuk proses rekonsiliasi Afghanistan.

Washington di sisi lain sedang mencari dukungan regional untuk mendorong perdamaian yang cepat dan penarikan yang tergesa-gesa, dan meninggalkan pemerintahan bersama antara republik dan pemberontak Taliban.

Reuter menggemakan para diplomat yang melaporkan bahwa tanpa dukungan Presiden Ghani, langkah maju untuk kesepakatan damai yang tergesa-gesa akan sulit.

Proposal Ghani akan meminta PBB untuk memantau pemilu dengan cermat, memastikan legitimasi dan penerimaannya oleh semua pihak yang bertikai.

Istana Kepresidenan belum mengomentari soal ini.

Ini terjadi ketika Presiden Ghani sebelumnya mengatakan bahwa dia tidak akan membahayakan masa depan jutaan rakyat Afghanistan untuk tindakan tergesa-gesa dan tidak terencana seperti itu.

  • Khaama Press
    Khaama Press

    Kantor Berita Khaama Press adalah layanan berita berbahasa Inggris terkemuka dan terbesar untuk Afghanistan dengan lebih dari 3 juta hits sebulan. Penulis / kolumnis independen dan pakar dipersilakan untuk menyumbangkan cerita, opini, dan editorial. Kirim cerita ke [email protected]

Bersumber : Data HK

Anda mungkin juga suka...