Penyelamat Indonesia Temukan Sisa Manusia setelah Kecelakaan Pesawat Mematikan | Voice of America
East Asia

Indonesia Mengatakan Perekam Kotak Hitam dari Pesawat Jatuh Berlokasi | Voice of America

JAKARTA, INDONESIA – Pihak berwenang telah menunjukkan dengan tepat lokasi dua kotak hitam dari sebuah jet Indonesia yang jatuh, kata mereka pada Minggu, merujuk pada perekam suara kokpit dan data penerbangan yang sangat penting untuk memahami apa yang terjadi pada pesawat, yang memiliki 62 orang di dalamnya.

“Kami sudah menemukan posisi kotak hitam itu, keduanya,” kata Soerjanto Tjahjanto, Kepala Badan Keselamatan Transportasi Indonesia. “Para penyelam akan mulai mencari mereka sekarang, dan mudah-mudahan tidak lama lagi kita akan mendapatkannya.”

Penyelam menarik bagian tubuh, puing-puing dan pakaian dari perairan ibu kota Indonesia Jakarta pada hari Minggu.

Pesawat Sriwijaya Air Boeing 737-500 jatuh tajam sekitar empat menit setelah meninggalkan bandara internasional Soekarno-Hatta di Jakarta pada Sabtu sore.

Sebuah kapal militer menangkap sinyal pesawat, dan penyelam menemukan puing-puing dari sekitar 23 meter di bawah permukaan air, kata kementerian transportasi Minggu, mengutip kepala militer Indonesia Hadi Tjahjanto.

Presiden Indonesia Joko Widodo menyampaikan “belasungkawa yang dalam,” dan meminta warga untuk “berdoa bersama agar korban dapat ditemukan.”

Tetapi pencarian panik yang melibatkan helikopter dan armada kapal perang tampaknya tidak menawarkan harapan untuk menemukan yang selamat.

Badan pencarian dan penyelamatan mengatakan sejauh ini telah mengumpulkan lima kantong mayat dengan sisa-sisa manusia serta puing-puing dari lokasi kecelakaan.

Pakaian merah muda seorang anak, ban dan roda rusak, jaket pelampung dan puing-puing pesawat ditemukan, menurut pihak berwenang dan wartawan AFP di tempat kejadian.

Di antara penumpang tersebut adalah Beben Sofian, 59, dan suaminya, Dan Razanah, 58.

“Mereka mengambil foto selfie dan mengirimkannya kepada anak-anak mereka sebelum lepas landas,” kata Hendra, keponakan pasangan itu kepada AFP.

Semua 62 orang di dalam pesawat, penumpang dan awak, adalah warga negara Indonesia, termasuk 10 anak-anak, kata pihak berwenang.

‘Hancur berkeping-keping’

Penerbangan SJ182 menuju kota Pontianak di bagian Indonesia pulau Kalimantan, sekitar 90 menit waktu terbang di atas Laut Jawa.

Pada Sabtu malam, kerabat yang putus asa menunggu kabar dengan gelisah di bandara Pontianak.

“Saya memiliki empat anggota keluarga dalam penerbangan – istri dan tiga anak saya,” kata Yaman Zai sambil terisak.

“(Istri saya) mengirimi saya foto bayi hari ini … Bagaimana mungkin hati saya tidak tercabik-cabik?”

Pesawat itu jatuh di dekat pulau wisata sehari yang populer di lepas pantai.

Data dari FlightRadar24 menunjukkan bahwa pesawat tersebut mencapai ketinggian hampir 3.350 meter sebelum turun tiba-tiba hingga 76 meter. Kemudian kehilangan kontak dengan pengatur lalu lintas udara.

Menteri perhubungan mengatakan Sabtu bahwa jet itu tampaknya menyimpang dari jalur yang dimaksudkan sebelum menghilang dari radar.

Cuaca buruk, kesalahan pilot atau masalah teknis dengan pesawat merupakan faktor potensial, kata analis penerbangan yang berbasis di Jakarta Gerry Soejatman.

“Tapi masih terlalu dini untuk menyimpulkan sesuatu,” tambahnya.

“Setelah kotak hitam ditemukan, kita bisa mulai menyusun puzzle.”

Sriwijaya Air, yang mengoperasikan penerbangan ke tujuan di Indonesia dan Asia Tenggara, hanya mengatakan sedang menyelidiki hilangnya kontak.

Itu tidak segera berkomentar ketika dihubungi oleh AFP lagi pada hari Minggu.

Reputasi untuk keamanan yang buruk

Pada Oktober 2018, 189 orang tewas ketika sebuah pesawat Lion Air Boeing 737 MAX jatuh di dekat Jakarta.

Kecelakaan itu – dan lainnya di Ethiopia – membuat Boeing terkena denda $ 2,5 miliar atas klaimnya menipu regulator yang mengawasi model 737 MAX, yang dilarang terbang di seluruh dunia setelah dua kecelakaan mematikan itu.

737 26 tahun yang turun Sabtu bukanlah varian MAX.

“Pikiran kami tertuju pada kru, penumpang, dan keluarga mereka,” kata Boeing dalam sebuah pernyataan, menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan kontak dengan maskapai tersebut.

Sektor penerbangan Indonesia telah lama memiliki reputasi keselamatan yang buruk, dan maskapai penerbangannya pernah dilarang memasuki wilayah udara AS dan Eropa.

Pada tahun 2014, sebuah pesawat Indonesia AirAsia dari Surabaya menuju Singapura jatuh dengan korban jiwa sebanyak 162 orang.

Laporan akhir penyelidik domestik tentang kecelakaan itu mengatakan faktor utama termasuk komponen yang rusak kronis dalam sistem kendali kemudi, perawatan yang buruk, dan respons pilot yang tidak memadai.

Setahun kemudian, pada 2015, lebih dari 140 orang, termasuk puluhan di darat, tewas ketika sebuah pesawat militer jatuh tak lama setelah lepas landas di Medan, pulau Sumatera.

Sumbernya langsung dari : Toto HK

Anda mungkin juga suka...