Menteri Afghanistan menyambut baik oposisi Rusia terhadap Taliban
Central Asia

Menteri Afghanistan menyambut baik oposisi Rusia terhadap Taliban


Penerimaan [Afghanistan], 28 Februari (ANI): Dalam kunjungannya ke Rusia, Menteri Luar Negeri Afghanistan Mohammad Haneef Atmar pada hari Jumat menyambut baik penentangan Rusia terhadap kembalinya rezim Taliban, lapor TOLO News.

“Kami sangat mendukung posisi Rusia dalam proses perdamaian Afghanistan, terutama sikap bahwa kembalinya rezim Taliban tidak akan dapat diterima,” kata Atmar beberapa jam setelah pertemuannya dengan timpalannya dari Rusia, Sergey Lavrov, Jumat. “Kami juga menyambut baik sikap Rusia atas sanksi PBB terhadap Taliban,” tambah Atmar.

“Perdamaian yang langgeng di Afghanistan hanya mungkin dalam kerangka Republik Islam Afghanistan. Republik tidak akan mengizinkan terorisme internasional beroperasi di Afghanistan dan ini untuk kepentingan Rusia,” kata Menteri.

Kementerian Luar Negeri (MoFA) mengatakan bahwa Rusia tidak mendukung penghapusan nama pemimpin Taliban dari daftar hitam PBB tanpa kemajuan dalam pembicaraan damai Afghanistan, lapor TOLO News.

Sementara itu, Kementerian Negara Urusan Perdamaian Sayed Saadat Mansoor Naderi meminta Taliban untuk menunjukkan fleksibilitas dalam pembicaraan dan menyetujui gencatan senjata, yang merupakan tuntutan utama rakyat Afghanistan.

“Afghanistan ingin mengakhiri pertumpahan darah. Afghanistan menginginkan perdamaian yang bermartabat, jangan sia-siakan kesempatan ini. Solusinya ada di meja perundingan,” kata Naderi.

Pernyataan Kementerian Luar Negeri itu muncul beberapa hari setelah Utusan Khusus Rusia untuk Afghanistan Zamir Kabulov dalam sebuah wawancara dengan Sputnik mengatakan bahwa Moskow lebih suka semua pihak yang berkonflik di Afghanistan menyetujui pembentukan pemerintah koalisi yang inklusif dan transisi.

Kaboluv menyatakan bahwa itu akan menjadi skenario yang buruk jika Taliban bersikeras melakukan pendekatan seperti itu; Namun, katanya, Rusia percaya bahwa akan baik jika ada pemerintahan koalisi transisi di mana Taliban memiliki status politik.

Dia mengatakan pembicaraan damai di Doha telah gagal, menyerukan agar proses perdamaian dilanjutkan dalam format Moskow di mana juga ada kehadiran negara-negara tetangga AS, Rusia, China dan Afghanistan.

Utusan Rusia itu mengatakan pembicaraan di Doha hanya tentang melakukan kontak, bukan negosiasi perdamaian, lapor TOLO News.

Republik Afghanistan dan negosiator Taliban mengadakan pertemuan ketiga mereka pada Kamis malam setelah lebih dari sebulan kebuntuan dalam pembicaraan dengan fokus utama pada agenda negosiator, para pejabat mengkonfirmasi.

Pertemuan tersebut diadakan di tingkat kelompok kerja yang bertujuan untuk menyelesaikan agenda negosiasi, lapor TOLO News. (ANI)

Bersumber : Data HK

Anda mungkin juga suka...