Pejabat Mali Menuduh Militer Prancis Membunuh Warga Sipil | Voice of America
Africa

Pejabat Mali Menuduh Militer Prancis Membunuh Warga Sipil | Voice of America

Pejabat di Mali pada hari Jumat menuduh militer Prancis membunuh warga sipil dalam serangan udara Kamis.

Reuters mengatakan jumlah korban tewas adalah enam, sementara AP melaporkan sedikitnya lima kematian.

Insiden itu terjadi di wilayah Gao barat Mali dan merupakan kedua kalinya tahun ini Prancis dituduh membunuh warga sipil.

Militer Prancis melaporkan serangan itu menewaskan sekelompok militan 60 kilometer sebelah utara Deliman.

“Serangan ini diperintahkan setelah fase pengawasan dan identifikasi yang memungkinkan karakterisasi keberadaan kelompok teroris bersenjata,” katanya dalam sebuah pernyataan, menurut Reuters.

Pemogokan itu adalah bagian dari Operasi Barkhane, sebuah upaya yang dipimpin oleh militer Prancis untuk membasmi ekstremisme Islam di Sahel. Operasi dimulai pada 2014.

Pejabat lokal mengklaim mereka yang terbunuh adalah pria sipil berusia 15 hingga 20 tahun, dan bahwa mereka sedang berburu burung dengan satu senjata di antara mereka.

“Saya kenal semua anak muda ini. Beberapa dari keluarga saya,” Mohamed Assaleh Ahmad, walikota desa terdekat Talataye, mengatakan kepada Reuters melalui telepon. “Kami telah melihat serangan udara ini di masa lalu di sini. Kami tidak pernah mengatakan apa-apa, tapi kali ini, 100% adalah kesalahan.”

Perserikatan Bangsa-Bangsa sedang menyelidiki insiden 3 Januari di dekat desa Bounti. Pejabat lokal mengatakan serangan udara Prancis menghantam pesta pernikahan, menewaskan 10 orang. Militer Prancis membantah akun itu dan mengatakan itu menewaskan 30 ekstremis.

Ekstremis terkait Al-Qaeda telah melancarkan kampanye yang meluas melawan militer nasional di seluruh Sahel.

Sumbernya langsung dari : SGP Hari Ini

Anda mungkin juga suka...