Pria bersenjata membunuh empat pekerja bantuan wanita di Pakistan
Central Asia

Pria bersenjata membunuh empat pekerja bantuan wanita di Pakistan


  • Dua pria bersenjata membunuh empat wanita pekerja bantuan di Pakistan.
  • Para wanita itu disergap di distrik Waziristan Utara.
  • Daerah ini terkenal dengan senjata murah dan barang selundupan.

Empat perempuan pekerja bantuan ditembak mati pada Senin di bagian bergolak di barat laut Pakistan, kata polisi, ketika gelombang baru kekerasan ekstremis mengguncang perbatasan Afghanistan.

Para pekerja bantuan itu disergap oleh dua pria bersenjata saat mereka mengemudi melalui sebuah desa di distrik Waziristan Utara, menurut kepala polisi setempat Shafiullah Gandapur, yang mengatakan hanya satu penumpang yang selamat dari serangan itu.

“Sejauh ini belum ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, tetapi itu pasti tindakan terorisme,” katanya.

Gandapur mengatakan para pekerja bantuan itu berafiliasi dengan program yang dijalankan oleh lembaga lokal untuk mengembangkan keterampilan rumah tangga bagi perempuan.

Insiden dan korban tewas itu dikonfirmasi oleh Rasul Khan, pejabat polisi setempat lainnya.

Daerah yang disebut suku di sepanjang perbatasan Afghanistan tetap terkenal karena ketersediaan senjata murah, obat-obatan dan barang selundupan.

Wilayah itu pernah menjadi rumah bagi beragam kelompok jihadis dan merupakan titik fokus dalam perang global melawan teror.

Serangan telah menurun dalam beberapa tahun terakhir setelah serangkaian serangan militer terhadap militan lokal dan asing.

Pada tahun 2014, tentara melancarkan operasi besar-besaran untuk memusnahkan pangkalan militan di Waziristan Utara yang bertujuan untuk mengakhiri pemberontakan selama hampir satu dekade yang menelan ribuan nyawa.

Tetapi kelompok militan masih dapat melakukan serangan sporadis dan terisolasi.

Lonjakan serangan baru-baru ini yang menargetkan pasukan keamanan di sepanjang perbatasan Afghanistan telah memicu kekhawatiran bahwa kelompok jihadis mungkin berkumpul kembali.

Sumber: News24

Bersumber : Data HK

Anda mungkin juga suka...