Tubuh Kelima Ditemukan di Tanah Longsor Norwegia; 5 Masih Hilang | Voice of America
Europe

Tubuh Kelima Ditemukan di Tanah Longsor Norwegia; 5 Masih Hilang | Voice of America

[ad_1]

OSLO, NORWEGIA – Petugas penyelamat telah menemukan mayat kelima empat hari setelah tanah longsor mengubur rumah-rumah di dekat ibu kota Norwegia, kata polisi Minggu, saat pencarian berlangsung untuk lima orang yang masih hilang.

Tragedi itu terjadi pada dini hari Rabu ketika rumah-rumah hancur dan bergeser ratusan meter di bawah semburan lumpur di desa Ask, 25 kilometer timur laut Oslo.

“Tepat sebelum pukul 6 pagi, seorang yang meninggal ditemukan,” kata pernyataan polisi.

Penemuan mayat keempat dilakukan Sabtu setelah tiga orang ditemukan sehari sebelumnya di tempat yang tertutup salju dan suram di Ask, di kotamadya Gjerdrum.

Polisi pada hari Sabtu mengidentifikasi tubuh orang pertama yang ditemukan pada hari Jumat sebagai Eirik GrÃnolen yang berusia 31 tahun.

Identitas keempat korban tewas lainnya belum dirilis.

Tetapi polisi pada hari Jumat menerbitkan daftar nama semua delapan orang dewasa, seorang anak berusia 2 tahun dan seorang anak berusia 13 tahun yang hilang pada hari Rabu.

Sepuluh orang juga terluka akibat longsor tersebut, termasuk satu orang serius yang dipindahkan ke Oslo untuk perawatan.

Sekitar seribu orang telah dievakuasi dari 5.000 penduduk setempat, karena kekhawatiran akan keamanan rumah mereka karena tanah terus berpindah.

Tim pencari dan penyelamat telah menggunakan anjing pelacak, helikopter, dan drone untuk menemukan korban.

Tim pencari juga menggali saluran di dalam tanah untuk mengevakuasi korban.

Para ahli mengatakan bencana itu adalah “tanah liat cepat” berukuran sekitar 300 kali 800 meter.

Tanah liat cepat ditemukan di Norwegia dan Swedia dan terkenal akan runtuh setelah berubah menjadi cairan saat tekanan berlebihan.

Perdana Menteri Erna Solberg menggambarkannya sebagai salah satu tanah longsor terbesar yang pernah dialami negara itu.

Pengadilan kerajaan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Raja Harald, istrinya, Sonja, dan Putra Mahkota Haakon akan mengunjungi daerah bencana Minggu pagi.

Sumbernya langsung dari : Hongkong Prize

Anda mungkin juga suka...